Kamis, 26 Maret 2015

Bagaimanakah Cara Memberikan Informasi yang Tepat Pada Saat yang Tepat Bagi Pengemudi ? Hal-Hal Apa Saja yang Perlu Dipertimbangkan.

1.    Penyampaian Informasi Pengemudi ketika sedang tidak Berkendara
Ada beberapa macam cara penyampaian informasi kepada pengemudi ketika tidak sedang berkendara, yaitu :
a.    Melalui media masa elektronik
Media masa elektronik misalnya iklan pada televisi ataupun iklan pada radio tentang informasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan pengemudi. Misalnya saja siaran tentang keselamatan dalam berkendara di jalan, kondisi arus lalu lintas pada jalan-jalan daerah tertentu, cuaca, pemberitahuan mengenai lokasi rawan kecelakaan ataupun lokasi yang sering terjadi longsor, dan iklan-iklan yang bertujuan agar pegemudi dapat tertib berlalu lintas. Dengan memperhatikan tingkat keakuratan dalam penyampaian informasi.
b.    Melalui media masa non elektronik
Media masa nonelektronik bisa dengan memasang iklan di surat kabar/koran, majalah, dan tabloid. Dengan tingkat kemenarikan yang cukup agar para pembaca terutama pengemudi tertarik dengan apa yang disampaikan dalam iklan tersebut. Dalam penyampaian iklan mungkin hampir sama dengan media masa elektronik, tetapi hanya dalam bentuk kalimat ataupun dengan menyertakan gambar yang menarik tentang informasi-informasi yang dibutuhkan bagi pengemudi.
c.    Sosialisasi dari Instansi yang Berkepentingan
Dalam hal sosialisasi, instansi-instansi seperti POLRI, Kementerian Perhubungan dapat secara langsun menyampaikan tentang apa saja informasi yang diperlukan bagi pengemudi. Mungkin di saat ada seseorang yang sedang membuat Surat Ijin Mengemudi (SIM), pihak Satlantas menyampaikan tentang apa saja ketentuan-ketentuan yang harus ditaati oleh pengemudi baik sepeda motor, mobil, maupun mobil-mobil besar. Untuk pihak Perhubungan dapat memberi masukan kepada pengemudi di saat kendaraan tersebut sedang di uji. Misalnya informasi tentang perawatan, uji berkala, penggantian spareparts yang sudah kurang layak pakai. Dalam penyampaian informasi harus secara terbuka, atau tidak saling merugikan satu sama lain.

2.    Penyampaian Informasi Pengemudi ketika sedang Berkendara
Ada beberapa macam cara penyampaian informasi kepada pengemudi ketika sedang berkendara, yaitu :
a.    Pemasangan Baliho
Mengingat sering terjadinya kecelakaan akibat kurang taunya medan pengemudi maka dapat di pasangkan informasi melalui baliho pada jalan-jalan yang mungkin dikategorikan rawan kecelakaan. Tidak hanya pada daerah rawan kecelakaan, pada jalan-jalan yang ramai informasi tentang himbauan agar pengemudi dapat berhati-hati dalam mengemudi juga dapat di sampaikan dengan melalui pemasangan baliho. Jadi ketika pengemudi sedang mengendarai kendaraanya, akan bisa melihatnya, dan mungkin lebih berhati-hati dalam mengemudi.
b.    VMS (Variable Messages Sign)
Menginformasikan kepada pengemudi mengenai perintah berbelok, berhati-hati, mungkin di daerah-daerah tertentu VMS berupa simbol selamat datang di daerah tersebut.
c.    Radio
Pengemudi akan mengetahui informasi melalui radio, bisa berupa kondisi arus lalu lintas, cuaca, dan daerah rawan kecelakaan. Jadi pengemudi akan mengantisipasi jika ada hal-hal yang dapat menghambat perjalanan nantinya.

            Selain memperhatikan hal-hal yang diterapkan dalam pemberian informasi, hal-hal seperti pendidikan, usia, tingkat emosi juga perlu diperhatikan guna mendukung dalam penyampaian informasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar