1. Penyampaian Informasi Pengemudi ketika sedang tidak
Berkendara
Ada beberapa
macam cara penyampaian informasi kepada pengemudi ketika tidak sedang
berkendara, yaitu :
a. Melalui media masa elektronik
a. Melalui media masa elektronik
Media masa
elektronik misalnya iklan pada televisi ataupun iklan pada radio tentang
informasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan pengemudi. Misalnya saja
siaran tentang keselamatan dalam berkendara di jalan, kondisi arus lalu lintas
pada jalan-jalan daerah tertentu, cuaca, pemberitahuan mengenai lokasi rawan
kecelakaan ataupun lokasi yang sering terjadi longsor, dan iklan-iklan yang
bertujuan agar pegemudi dapat tertib berlalu lintas. Dengan memperhatikan
tingkat keakuratan dalam penyampaian informasi.
b. Melalui media masa non elektronik
b. Melalui media masa non elektronik
Media masa
nonelektronik bisa dengan memasang iklan di surat kabar/koran, majalah, dan tabloid.
Dengan tingkat kemenarikan yang cukup agar para pembaca terutama pengemudi
tertarik dengan apa yang disampaikan dalam iklan tersebut. Dalam penyampaian
iklan mungkin hampir sama dengan media masa elektronik, tetapi hanya dalam
bentuk kalimat ataupun dengan menyertakan gambar yang menarik tentang
informasi-informasi yang dibutuhkan bagi pengemudi.
c. Sosialisasi dari Instansi yang Berkepentingan
c. Sosialisasi dari Instansi yang Berkepentingan
Dalam hal
sosialisasi, instansi-instansi seperti POLRI, Kementerian Perhubungan dapat
secara langsun menyampaikan tentang apa saja informasi yang diperlukan bagi
pengemudi. Mungkin di saat ada seseorang yang sedang membuat Surat Ijin
Mengemudi (SIM), pihak Satlantas menyampaikan tentang apa saja
ketentuan-ketentuan yang harus ditaati oleh pengemudi baik sepeda motor, mobil,
maupun mobil-mobil besar. Untuk pihak Perhubungan dapat memberi masukan kepada
pengemudi di saat kendaraan tersebut sedang di uji. Misalnya informasi tentang
perawatan, uji berkala, penggantian spareparts yang sudah kurang layak pakai.
Dalam penyampaian informasi harus secara terbuka, atau tidak saling merugikan
satu sama lain.
2. Penyampaian Informasi Pengemudi ketika sedang
Berkendara
Ada beberapa
macam cara penyampaian informasi kepada pengemudi ketika sedang berkendara,
yaitu :
a. Pemasangan Baliho
a. Pemasangan Baliho
Mengingat
sering terjadinya kecelakaan akibat kurang taunya medan pengemudi maka dapat di
pasangkan informasi melalui baliho pada jalan-jalan yang mungkin dikategorikan
rawan kecelakaan. Tidak hanya pada daerah rawan kecelakaan, pada jalan-jalan
yang ramai informasi tentang himbauan agar pengemudi dapat berhati-hati dalam
mengemudi juga dapat di sampaikan dengan melalui pemasangan baliho. Jadi ketika
pengemudi sedang mengendarai kendaraanya, akan bisa melihatnya, dan mungkin
lebih berhati-hati dalam mengemudi.
b. VMS (Variable Messages Sign)
b. VMS (Variable Messages Sign)
Menginformasikan
kepada pengemudi mengenai perintah berbelok, berhati-hati, mungkin di
daerah-daerah tertentu VMS berupa simbol selamat datang di
daerah tersebut.
c. Radio
c. Radio
Pengemudi akan
mengetahui informasi melalui radio, bisa berupa kondisi arus lalu lintas,
cuaca, dan daerah rawan kecelakaan. Jadi pengemudi akan mengantisipasi jika ada
hal-hal yang dapat menghambat perjalanan nantinya.
Selain memperhatikan hal-hal yang
diterapkan dalam pemberian informasi, hal-hal seperti pendidikan, usia, tingkat
emosi juga perlu diperhatikan guna mendukung dalam penyampaian informasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar