Sabtu, 02 Januari 2016

Perbaikan Pantura Berdampak Bagi Lingkungan


Sebenarnya sudah selesai belum sih ??
Kondisi seperti ini bisa kalian jumpa pada jalan pantura, khususnya di jalan raya Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kondisi fasilitas pejalan kaki tersebut sangat parah karena dampak dari betonisasi jalan Pantura. Gimana orang mau berjalan kaki dengan nyaman, kalau trotoarnya aja kaya begitu. Jangan salahkan kami kalau berjalan di bahu jalan.
Perbaikan jalan pantura dengan menggunakan beton memang menimbulkan berbagai dampak bagi lingkungan sekitar. Selain berdampak pada lalu lintas, juga berdampak bagi lingkungan sarana dan prasarana jalan. Kemacetan panjang di daerah Brebes juga merupakan dampak dari betonisasi tersebut. Pemerintah memang berpihak kepada pengguna kendaraan bermotor. Buktinya dalam perbaikan jalan di pantura, bahu jalan yang semula berupa tanah, sekarang tertutup oleh beton. Jadi jalan yang semula hanya sekitar 7 meter sekarang menjadi kurang lebih 9 meter.
Memang hal ini merupakan solusi dalam mengurangi kemacetan pada hari-hari besar seperti bulan ramadhan (arus mudik – arus balik), hari raya Natal, dan menjelang tahun baru. Tetapi apabila jalan pantura dilebarkan, justru akan semakin berbahaya. Contoh, apabila ada kendaraan yang mogok atau memarkirkan kendaraanya di bahu jalan, otomatis akan mengurangi kapasitas jalan. Gep/pembeda antara jalan dan bahu jalan jelas tidak terlihat karena sama-sama betonan dan itu akan berpotensi terjadinya kecelakaan. Apalagi belum terdapat marka jalan. Sebenarnya jalan tersebut sudah jadi sejak lama, tetapi belum adanya pemenuhan marka jalan yang sesuai pada jalan tersebut.
Harapan saya selaku pengguna jalan, penuhi dulu apa yang seharusnya ada, jangan melupakan hal kecil, tetapi sebenarnya hal kecil itulah yang menyebabkan kejadian yang besar. Contohnya marka jalan yang fungsinya sebagai alat bantu pengemudi di jalan, belum juga diadakan, dan fasilitas-fasilitas seperti trotoar, jangan dianggap sebelah mata. Selain sebagai sarana dalam berjalan kaki, trotoar juga dibuat sebagai arti keindahan suatu wilayah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar