Senin, 29 Juni 2015

Jangan Salahkan Telor Asin sebagai Penyebab Kemacetan di Brebes Saat Mudik

Bulan Ramadhan hampir separuh bulan telah dijalani, hari kemenanganpun tidak lama lagi tiba. Seperti biasanya, Indonesia mempunyai tradisi unik saat bulan ramadhan, yaitu MUDIK. Tradisi mudik mulai ramai ketika mendekati hari-hari lebaran. Mudik tidak mengenal usia, dari yang tua sampai yang muda. Jumlah mudik lebaran terbanyak adalah dari Jakarta menuju ke Jawa Tengah. Mungkin karena orang Jawa banyak yang merantau ke Jakarta, jadi tidak heran lagi kalau lebaran, Kota Jakarta selalu sepi.
Bagi para pemudik pengguna transportasi darat yang melewati jalur PANTURA dan tidak sempat membeli oleh-oleh dari kota rantauannya, kebanyakan membeli oleh-oleh khas Kabupaten Brebes yatu Telor Asin. Para pemudik bingung ketika melewati jalur pantura oleh-oleh apa yang akan mereka beli. Telor asin menjadi pilihan bagi para pemudik karena memang banyak di jumpai di ruko-ruko pinggir jalan pantura. Selain rasanya enak, harganya juga relatif murah, yaitu dengan harga kisaran Rp. 3.000 kita sudah memboyong satu butir telor asin siap makan.
Namun banyaknya pemudik yang membeli oleh-oleh mengakibatkan kemacetan yang tidak bisa di hindari. Rata-rata ruko di Brebes tidak mempunyai tempat untuk parkir kendaraan bagi para pembeli. Otomatis para pemudik memarkirkan kendaraannya di bahu-bahu jalan, yang mengurangi kapasitas jalan yang seharusnya lalu lintas lancar menyebabkan macet. Kejadian ini tidak bisa dihindari lagi, para petugas pun tidak ingin mengganggu para pemudik yang hendak membeli oleh-oleh. Dari kepolisian hanya merekayasa lalu lintas untuk mengurangi kemacetan, dengan membuat lajur baru pada jalur yang berlawanan arah, jadi lajur yang menuju Jawa Tengah ada tiga dan lajur yang menuju Jakrta hanya satu lajur.
Bagi para perantau yang sebentar lagi akan mudik ke kampung halaman, lebih berhati-hati dalam berkendara, tetap konsentrasi dalam mengemudi, dan jaga emosi. Jangan lupa mengenakan peralatan kelesamatan seperti helm berstandar, jaket, sepatu masker, dan sarung tangan untuk menunjang dalam perjalanan mudik anda.

Minggu, 28 Juni 2015

Tambal Ban, Peran Penting Bagi Para Pengemudi yang Mengalami Pecah Ban

Tambal ban adalah suatu tempat di mana kita dapat mengisi angin dan menambal ban dari suatu kendaraan dengan membayar sejumlah uang tergantung tarif yang diberikan oleh pemilik tambal ban. Ketika dalam berkendara  kita  mengalami masalah kempes ban ataupun pecah ban, yang dapat dilakukan adalah mengganti-nya dengan ban pengganti, itupun jika kendaraan itu memiliki ban pengganti, kalau tidak??? Seperti halnya sepeda motor, apabila mengalami pecah ban, mau tidak mau harus mencari tambal ban terdekat. Iyaa nggaaa??
Sering dijumpai kendaraan-kendaraan besar seperti bus dan truk yang mengalami pecah ban, biasanya memakan bahu jalan yang cukup lebar. Itu salah satu dari penyebab kemacetan. Parahnya lagi truk yang mengalami pecah ban di tengah jalan, dapat menyebabkan kemacetan bahkan terhentinya lalu lintas. Di sinilah tambal ban berperan ganda, yaitu sebagai penambal ban dan sebagai pelerai kemacetan.
Di Kabupaten Brebes contohnya, tambal ban sering kita jumpai di kanan kiri jalan. Memang karena Kabupaten Brebes merupakan wilayah yang dilewati oleh jalan PANTURA, jadi wajar apabila terdapat banyak tambal ban. Jalan Pantura merupakan jalan dengan aksesibilitas tertinggi yang berada di Indonesia, khususnya di Jawa. Jadi jangan khawatir pecah ban apabila melewati Kabupaten Brebes, karena setiap 1 km terdapat satu tambal ban.
Menurut saya, setiap daerah kabupaten/kota memberikan fasilitas tambal ban yang mencukupi. Karena apabila terjadi kempes ban atau pecah ban dapat segera ditangani. Idealnya tambal ban ada kurang lebih pada tiap 1 kilometer. Jadi para pengemudi yang tidak membawa ban cadangan tidak kesulitan dalam mencari tambal ban. Bagi pengguna sepeda motor juga tidak terlalu jauh untuk menuntun sepeda motor yang dibawanya.

Sabtu, 27 Juni 2015

Kabupaten Brebes, Kondisi Bukaan Median Jalan yang Ekstrim

Median jalan adalah suatu pemisah fisik jalur lalu lintas dari arah berlawanan, sehingga pada gilirannya akan meningkatkan keselamatan lalu lintas. Selain itu median jalan juga digunakan sebagai lapak tunggu penyebrang jalan. Median dikatakan baik apabila median tersebut dilengkapi dengan celah atau bukaan median jalan yang memenuhi syarat dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
            Di Kabupaten Brebes, tepatnya di daerah ruas jalan Pejagan hingga Pakijangan, kondisi bukaan median jalannya sangatlah menghawatirkan. Bukaan median jalan yang berfungsi sebagai tempat menyeberang atau memutar balik kendaraan seperti mobil dan sepeda motor yang seharusnya datar kini kondisinya miring. Kemiringan tersebut dikarenakan pada sisi jalur pada arah Cirebon menuju ke Tegal telah dilakukan pengecoran dengan beton yang mengakibatkan beda tinggi jalur hampir 25 cm.
Kemiringan bukaan median jalan ini sangat mengganggu, khususnya bagi pengguna sepeda motor. Para pengendara sepeda motor merasa kurang nyaman dan kurang merasa selamat ketika berhenti di bukaan median jalan tersebut. Mereka harus selalu menginjak pedal rem supaya sepeda motor yang dikendarainya tidak mundur kebelakang ataupun terperosok maju akibat kemiringan bukaan tersebut.
Kondisi ini diperparah lagi karena bukaan median tersebut kondisinya tidak rata dan masih berupa sisa-sisa hasil pengerukan aspal yang berupa kerikil-kerikil halus serta pasir yang kemungkinan dapat mengakibatkan kendaraan roda dua tergelincir dan bahkan mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.
Untuk memberikan rasa nyaman dan selamat bagi masyarakat khususnya pengendara sepeda motor, saran dan masukkan sederhana saya yaitu sebaiknya bukaan median jalan pada ruas Pejagan hingga Pakijangan dibuat landai karena memang tidak bisa di buat rata karena beda tinggi jalur yang cukup jauh. Kemudian melakukan pengaspalan sehingga meminimalisir tergelincirnya sepeda motor yang kemungkinan mengakibatkan kecelakaan akibat banyaknya kerikil-kerikil halus sisa pengerukan aspal pada bukaan median jalan ruas jalan Pejagan hingga Pakijangan. So… hal sekecil apapun bisa mengakibatkan hal yang besar apabila hal tersebut tidak segera ditangani.
 

Rabu, 03 Juni 2015

Mengenal Moda Transportasi Unik di Indonesia

Moda transportasi merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan alat angkut yang digunakan untuk berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lain. Moda yang biasanya digunakan dalam transportasi dapat dikelompokkan atas moda yang berjalan di darat, berlayar di perairan laut dan pedalaman, moda yang terbang di udara serta yang berjalan di rel yaitu perkeretaapian.
            Di Indonesia terdapat beragam moda transportasi yang khas pada masing-masing daerah. Berikut ini saya akan mengupas tentang moda apa saja yang unik di Indonesia. Simak baik-baik yaaa….
1.  Becak
Becak adalah suatu moda transportasi beroda tiga yang umumnya dijumpai di indonesia. Kapasitas becak adalah seorang pengemudi dan dua penumpang. Dalam perkembangannya, becak sekarang ada yang memodifikasi menggunakan sepeda motor untuk mengemudikanya, sehingga pengemudi tidak kelelahan.

2.  Andong
Andong adalah moda transportasi tradisional yang beroda dua, tiga atau empat yang tidak menggunakan mesin tetapi menggunakan kuda. Biasanya andong dapat dijumpai di kampung-kampung yang jauh keramaian. Selain sebagai moda transportasi, andong juga digunakan untuk mengiring pengantin saat prosesi pernihkahan.

3.  Bus Wisata Werkudoro
Bus Wisata Werkudara adalah bus wisata tingkat pertama yang beroperasi di Indonesia warisan dari Pak Jokowi ketika menjabat sebagai walikota Solo. Diluncurkan pada 19 April 2012. Bus Werkudara beroperasi setiap hari Sabtu & Minggu. Ada tiga jadwal setiap hari operasinya, pukul 09.00, 12.00 dan 15.00 WIB

4.  Sepur Kluthuk Jaladara
Sepur Kluthuk Jaladara diresmikan di kota Surakarta sejak 27 september 2009 bertempat di Loji Gandrung, Rumah Dinas Walikota Solo. Satu rangkaian kereta uap Jaladara ini terdiri atas satu lokomotif Seri C 1218 dan dua gerbong penumpang dengan Seri TR 144 dan TR 16. Lokomotif kereta uap wisata Jaladara ini buatan Negara Jerman pada tahun 1896, diambilkan dari Museum Palagan Ambarawa, sementara gerbongnya dari Magelang dan Bandung.

5.  Bajaj
Bajaj merupakan kendaraan bermotor beroda tiga yang banyak di jumpai di Jakarta, Banjarmasin, dan Pekanbaru. Kendaraan ini asli dari India. Orang menyebut bajaj sebagai kendaraan yang remnya ada di pundak, karena ketika penumpang hendak turun, dia menepuk pundak si supir. Bang kiri bang… hehehe.

6.  Bentor
Bentor (Becak Motor) adalah sepeda motor yang disebelah kirinya di pasang tempat duduk untuk penumpang. Kendaraan roda 3 ini menjadi kendaraan andalan di wilayah Sumatera yang berbukit-bukit. Bentor sangat membantu masyarakat Sumatera karena di wilayah tertentu terkadang sulit untuk menemukan angkot dan ojek.

Itulah sedikit ulasan mengenai beberapa moda transportasi unik yang ada di Indonesia. Semoga bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan bagi para pengunjung blog saya https://umarfariz.blogspot.com/